Senin, 06 Desember 2010
NGAMPRAH, (PR).-
Siswa SMAN 1 Cisarua, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat, Jajang Rukmayana (18) akan mewakili Indonesia pada ajang Olimpiade Ilmu Kebumian Internasional (IESO) di Italia, April 2011 mendatang. Jajang akan bergabung bersama tiga belas siswa lainnya dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan medali pada ajang internasional itu.
Wakil Kepala SMAN 1 Cisarua Urusan Kesiswaan, Wawan Hernawan menga-takan, Jajang yang kini duduk di kelas XII IPA itu tengah mengikuti pembinaan dari tim olimpiade di Jakarta hingga akhir Desember ini. “Pembinaan peserta ditangani tim olimpiade di tingkat nasional,” katanya ketika ditemui di SMAN 1 Cisarua, Minggu (5/12).
Untuk mengikuti kompetisi internasional itu, Wawan mengatakan, Jajang telah melalui seleksi di tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pada seleksi tingkat nasional, menurut dia, Jajang berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dengan meraih medali emas.
Wawan menuturkan, Jajang merupakan siswa pertama SMAN 1 Cisarua yang lolos seleksi olimpiade tingkat internasional. Sebelumnya, menurut dia, siswanya selalu gugur pada seleksi tingkat nasional. “Sudah berkali-kali siswa kami lolos di tingkat provinsi, tetapi tersisihkan di tingkat nasional,” katanya.
Pada ajang internasional itu, Wawan berharap agar Jajang berhasil meraih prestasi. “Minimal dapat medali perunggu,” katanya. Meskipun demikian, dia mengaku bangga karena pada tahun depan siswanya terpilih untuk mengikuti kompetisi internasional.
Olimpiade Ilmu Kebumian Internasional (IESO) merupa-kan salah satu dari dua belas olimpiade internasional yang digelar setiap tahun bagi siswa sekolah menengah atas di seluruh dunia. Pada olimpiade itu, pengetahuan peserta yang diuji, yakni tentang geologi, meteorologi, ilmu lingkungan, dan astronomi.
Hingga tahun ini, IESO telah diselenggarakan empat kali di berbagai negara. Pada 2010 ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi internasional ini. Dalam kompetisi yang digelar di Yogyakarta itu, kompetisi difokuskan pada kesinambu-ngan penggunaan air tanah.
Jajang merupakan salah satu dari 208 siswa Yayasan Dharmaloka SMAN 1 Cisarua. Mereka berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Berbeda dengan siswa re-guler, siswa Yayasan Dharmaloka diberi beasiswa penuh oleh Pemprov Jawa Barat untuk menempuh pendidikan di SMAN 1 Cisarua yang kini berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ini. Para siswa di bawah yayasan ini tinggal di asrama sekolah yang telah disediakan. “Mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi yang baik,” kata Wawan. (A-192) ***